Minggu

Makalah tentang "DAUR ULANG SAMPAH DAN PENERTIBAN PEMBUANGAN SAMPAH"


DAUR ULANG SAMPAH DAN PENERTIBAN PEMBUANGAN SAMPAH
Daur Ulang Sampah
Setiap hari manusia menghasilkan sampah, apa lagi bagi yang tinggal di daerah pedesaan.misalnya di daerah sekitar saya ini, tepatnya didesa sidomulyo kelurahan Ringin Mulyo cepiring kendal. Sampah yang tercemar didaerah sekitar desa saya ini terdiri atas sampah organik dan anorganik.
A.    Sampah Organik adalah Sampah yang berasal dari tumbuhan / hewan. Misalnya sampah daun – daunan, sayuran, dsb.
Karena kemajuan Ilmu Teknologi dan pengetahuan manusia, orang-orang yang tinggal di desa ini dapat memanfaatkan sampah untuk dijadikan kertas ataupun pupuk organik. Warga sekitar sepakat  untuk melakukan tindakan yang banyak bermanfaat terhadap sampah-sampah tersebut. Karena melihat kondisi lingkungan di sekitar sangat risih dan kotor sekali sehingga tidak enak di pandang mata. Warga sekitar berencana ingin mendaur ulang sampah-sampah tersebut menjadi barang-barang yang berguna bagi kehidupan manusia, Akhirnya sampah-sampah yang berasal dari organik dapat di proses menjadi pupuk organik dan digunakan masyarakat setempat untuk memupuk tanaman mereka. Masyarakat setempat menggunakan tanah sebagai sumber daya alam kemudian tanah tersebut di tanami tanaman produksi ( Tanaman yang bisa di produksi ). Setelah tanaman itu mati, Masyarakat mengambil daun-daunya kemudian di olah kembali menjadi pupuk setelah melalui proses daur ulang.
“ PROSES DAUR ULANG adalah pengolahan kembali bahan-bahan bekas dalam bentuk sampah kering yang nilai ekonominya rendah atau bahkan tidak mempunyai nilai ekonomi menjadi suatu barang yang berharga dan berguna bagi kehidupan manusia”.
Sampah-sampah yang bersumber dari bahan organik berupa sayuran, sisa makanan, pertanian, perkebunan, dan peternakan di golongkan sbagai sampah basah ( Sampah Organik ) yang dapat di proses secara Ilmiah. Misalnya masyarakat menjadikan daun-daunan sbagai bahan baku untuk pembuatan pupuk kompos. Hal ini merupakan salah satu usaha warga pengolahan sampah.
B.     Sampah Anorganik adalah sampah yang berasal dari benda-benda yang mati, misalnya sampah plastik, besi, kaleng, kardus dsb.
Bahan Baku daur ulang , yang berupa sampah pada umunya di anggap masyarakat tidak berguna dan tidak mempunyai nilai Ekonomi. Sampah tersebut bisayanya di golongkan sebagai sampah Anorganik yang tidak dapat di proses secara ilmiah. Sampah tersebut harus di olah para warga melalui suatu proses menjadi barang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Bahkan orang-orang dapat menggunakan kembali sebagai mana layaknya semula.
Sampah-sampah bekas tersebut antara lain, Plastik, kertas, Karton, Kardus, seng, besi, logam, alumunium, kaleng, potongan kain, kaa dan Kulit. Masyarakat menghancurkan barang-barang tersebut di pabrik untuk di olah menjadi barang seperti semua atau ,menjadi barang produk lainya. Di samping itu  barang –barang tersebut juga dapat di daur ulang tanpa dilebur di pabrik, namun Masyarakat merangkainya dengan sentuhan tangan yang berjiwa seni sehingga menghasilkan barang yang lebih berharga.
PENERTIBAN PEMBUANGAN SAMPAH
A.    Cara – Cara / Sistem Penanggulangan Pemusnahan Sampah Yang Di Lakukan Oleh Warga Sekitar.
Untuk menindak lanjuti keadaan sumpah-sumpah di lingkungan warga desa ini.masyarakat melakukan bermacam-macam cara sistem pemusnahan sampah yang harus di lakukan oleh para warga sekitar. Cara-cara tersebut antara lain :
a.       Untuk makanan ternak ; sisa sampah berupa sayuran, sisa makanan, dan sisa buah-buahan  dapat di jadikan masyarakat untuk makanan ternak.
b.      Untuk bahan pupuk; sampah yang membusuk akan menjadi bahan organik dan dapat digunakan masyarakat sebagai pupuk.
c.       Pembakaran ; cara ini dilakukan masyarakat hanya untuk sampah-sampah yang dapat di bakar saja. Dampaknya dari pembakaran adalah munculnya asap yang dapat mengganggu lingkungan.

B.     Tujuan Masyarakat mengadakan Proses Daur Ulang Sampah ini Dalah Untuk :
a.       Menciptakan lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman.
b.      Mewujudkan rasa kepedulianya terhadap lingkungan bahwa lingkungan dapat memberi keindahan untuk kita.
c.       Menciptakan masyarakat yang damai, tentram, dan Sejahtera.

C.     Sistem Pengolahan Sampah ada ( 2 ) yaitu :
a.       Sistem Pengelolaan Formal.
Yakni pengumpulan pengangkutan, dan pembuangan yang di lakukan oleh aparat pemerintah setempat, misalnya Dinas kebersihan dan pertamanan. Pemerintah mengeluarkan dana yang cukup besar untuk menangani kegiatan ini. Disampung itu juga di sediakan Tempat Penampungan Akhir ( TPA ) untuk menampung dan mungkin mengolah sampah yang masuk. Sistem ini terdapat kelemahanya, karena sudah menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan, seringkali peran aktif dari masyarakat kurang.

b.      Sistem Masyarakat In Formal.
Yakni aktivitas yang dilakukan oleh dorongan kebutuhan untuk hidup dari sebagian masyarakat. Secara tidak sadar mereka berperan serta dalam kebersihan lingkungan desa seperti pemulung dan Industri daur ulang, baik jenis kertas, plastik, kaleng, seng, botol, kardus, dll. Terdapat manfaat ganda dari kegiatan pemulung yang pertama menjaga kebersihan dan yang kedua terdapat nilai ekonomi pada sampah-sampah yang di kumpulkan.

D.    Akibat / Dampak Pembuangan Sampah Tidak Teratur.
Kawasan yang terdapat banyak sampah, pastilah dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan/ akibat / dampak seperti :
a.       Sarang Penyakit
b.      Memunculkan Bau Busuk dan
c.       Dapat menganggu pandangan mata.
Oleh sebab itu, buanglah sampah pada tempat yang telah di tentukan. Jangan membuang sampah di sembarang tempat. Tempat penimbunan sampah yang terakhir pun jangan sampai menganggu lingkungan kehidupan. Di samping itu perlu di pikirkan pula cara pemusnahan sampahnya.
BERBUAT RAMAHLAH TERHADAP LINGKUNGAN
MAKA
LINGKUNGAN PUN AKAN RAMAH TERHADAP KITA


KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas beografi ini dengan baik dan sempurna. Tak lupa ucapan terima kasih kepada Bpk. Agus Budiono yang membuat makalah *Tugas Geografi Tentang “ Pelestarian Lingkungan Hidup ini”. Mungkin tanpa arahan dan bimbingan beliau kami tidak dapat menyelesaikan tugas ini sesempurna ini. Juga Terima kasih kepada teman-teman yang telah ikut serta dalam mengembangkan makalah ini.
Kami Berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang membaca Makalah ini dan dapat memperluas wawasan pembaca. Amin. . . .

                                                                                                                        Penulis,












Kata Penutup
Terima Kasih kepada Pembaca atas waktunya yang telah menyempatkan sedikit waktunya untuk membaca dan memahami isi dari makalah kami ini. Semoga isi yang tersirat di dalam Makalah ini dapat memperbaiki gaya hidup Pembaca dan menambah wawasan Pembaca. Amin.

                                                                                                Penulis,

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Terima kasih mas.sangat membantu sekali.kebetulan saya juga lagi nyari ini tugas.

Brown90 mengatakan...

sama sama... jangan lupa like halaman saya ya.

Poskan Komentar